Pengaruh Jarak Tray Aerasi Terhadap Penurunan Kadar Besi (Fe) Air Sumur Bor
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rincian Artikel
(CC BY-SA): Lisensi ini mengizinkan untuk Berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun, Mengadaptasi — mencampur ulang, mengubah, dan membangun dari materi tersebut, untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Hak cipta atas artikel yang diterima akan dialihkan kepada jurnal sebagai penerbit jurnal tersebut. Hak cipta yang dimaksud mencakup hak untuk menerbitkan artikel dalam berbagai bentuk (termasuk cetak ulang). Jurnal mempertahankan hak penerbitan atas artikel-artikel yang telah diterbitkan.
Penulis diizinkan untuk menyebarluaskan artikel yang telah diterbitkan dengan membagikan tautan/DOI artikel di jurnal. Penulis diizinkan menggunakan artikel mereka untuk tujuan hukum apa pun yang dianggap perlu tanpa izin tertulis dari jurnal, dengan syarat mencantumkan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
Referensi
Kusnaedi. (2010). Mengolah Air Kotor Untuk Air Minum. Bekasi: Penebar Swadaya Informasi Dunia Pertanian.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017. Tentang Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi.
Said, N. (2005). Metode Penghilangan Zat Besi dan Mangan di dalam Penyediaan Air Minum Domestik. Direktorat Teknologi Lingkungan.
Kurnia, S. (2014). Penurunan Kadar Kontaminan Pada Air Yang Telah Terkontaminasi Ion Besi (Fe) Secara Bubble Aerator Dan Cascade Aerator. Universitas Hasannudin Makassar.
Al-Ahmady, K.K (2005). Analiysis of Oxygen Transfer Performance on Sub_Surface Aeration System. International Journal of Environmental Reseach and Publilc Healt.
Kim, Jeongkon. (2001). Oxygen Transfer At Low Drop Weirs. 64/Journal Of Environmental Engineering.
Ulfa, S. (2019). Variasi Jarak Ketinggian Tray Aerasi Dan Lama Waktu Pengendapan Terhadap Penurunan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Bor.