Environmental Risk Factors and Behaviors Towards Malaria in the Working Area of Banyuasin Purworejo Health Center

Main Article Content

Ismi Nur Fajria Safarina
Tri Joko
Budiyono Budiyono

Abstract

In 2021, the Banyuasin Health Center's area in Purworejo reported 143 malaria cases, which decreased to 33 cases in 2022. To understand the factors influencing malaria transmission, a case-control study was conducted. The study focused on environmental and behavioral risks within the health center's jurisdiction. The case group included 33 individuals who had malaria in 2022, while the control group comprised 33 individuals without malaria, matched by sex and age. Data was collected through questionnaires, interviews, and observations using Chi-square analysis with a 5% significance level and 95% confidence interval. Significant risk factors identified included the presence of puddles (OR 4.808, 95% CI 1.667–13.862), absence of wire netting on ventilation (OR 4.713, 95% CI 1.341–16.566), not using mosquito nets (OR 7.429, 95% CI 2.461–22.422), not using mosquito repellents (OR 6.042, 95% CI 1.731–21.086), and not wearing tight clothes (OR 5.714, 95% CI 1.925–16.965). Conversely, the absence of a ceiling (OR 3.444, 95% CI 0.641–18.508), absence of cattle (OR 0.320, 95% CI 0.116–0.883), and absence of bushes (OR 2.692, 95% CI 0.631–11.488) were not significant factors. In conclusion, the study highlighted that stagnant water, poor ventilation measures, and inadequate personal protection contribute significantly to malaria risk in the Banyuasin Health Center's area. Improving housing conditions and promoting the use of mosquito nets and repellents are crucial in mitigating malaria transmission effectively in this region of Purworejo.

Article Details

Section
Articles

References

Arsin AA. Malaria di Indonesia. Makassar: Masagena Press; 2012.

Bidang P2PL. Data Malaria Kabupaten Purworejo Tahun 2021. Purworejo: Dinkes Kab. Purworejo; 2021.

UPT Puskesmas Banyuasin. Data Malaria UPT Puskesmas Banyuasin Tahun 2022. Purworejo: UPT Puskesmas Banyuasin; 2022.

Widartono BS, Suharyadi S, Satoto TBT, Mujiyanto M. Penentuan Wilayah Reseptif Malaria di Perbukitan Menoreh dengan Menggunakan Basis Data Nasional Kebijakan Satu Peta. J Kesehat Vokasional. 2022;7(3):157-165.

Rangkuti AF, Sulistyani S, W NE. Faktor Lingkungan dan Perilaku yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara. Balaba J Litbang Pengendali Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara. 2017;13(1):1–10.

Trapsilowati W, Pujiyanti A, Negari KS. Faktor Risiko Perilaku dan Lingkungan dalam Penularan Malaria di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. BALABA. 2016;12(2):99–110.

BPS Kab. Purworejo. Kecamatan Loano dalam Angka. Purworejo: BPS Kabupaten Purworejo; 2022.

Junaidi H, Raharjo M, Setiani O. Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat. J Kesehat Lingkung Indones. 2015;14(2):40-44.

Alamsyah D, Ridha A. Faktor Determinan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Lingga Kabupaten Kubu Raya. 2017;4(3):244–251.

Ndiki HTG, Adu AA, Limbu R. Media Kesehatan Masyarakat Media Kesehatan Masyarakat. 2020;2(1).

Mayasari R, Amlarrasit A, Sitorus H, Santoso S. Karakteristik Distribusi dan Habitat Anopheles Spp. Di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2018. Spirakel. 2021;12(2):69–78.

Sari F. Hubungan faktor internal dan eksternal lingkungan rumah dengan kejadian malaria di Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara. J Kesehat Stikes Prima Nusant Bukittinggi. 2016;7(2):21–7.

Madayanti S, Raharjo M, Purwanto H. Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Malaria di Wilayah Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. J Kesehat Lingkung Indones. 2022;21(3):358–65.

Wayranu A, Lagiono, Marsum. Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarmangu 1 Kabupaten Banjarnegara Tahun 2016. J Keslingmas [Internet]. 2016;35:332–9. Available from: https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/keslingmas/article/view/3096

Wahyudi, Cahyati WH. Faktor Praktik Pencegahan dan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Malaria di Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. J Kesehat Visikes. 2015;14(2):91–9.

Heryanto E, Lilia D, Meliyanti F. Faktor Resiko Kejadian Malaria Klinis Di Desa Tanjung Dalam Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Lubuk Batang Kabupaten Oku. J Dunia Kesmas. 2016;5(1):32–9.

Saputro KP, Siwiendrayanti A. Hubungan Lingkungan Sekitar Rumah dan Praktik Pencegahan dengan Kejadian Malaria di Desa Kendaga Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Tahun 2013. Unnes J Public Heal. 2015;4(2):76–83.

Endah Setyaningrum. Mengenal Malaria dan Vektornya. Bandarlampung: Pustaka Ali Imron; 2020.

Ristadeli T, Suhartono, Suwondo A. Beberapa Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Nanga Ella Hilir Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat. J Kesehat Lingkung Indones. 2013;12(1):82–7.

Mofu RM. Lingkungan Biologi , Perilaku Dan Status Gizi Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Hamadi. J Ilm Obs. 2022;14(1):153–64.

Widyasari WR, Ishak H, Birawida AB. Upaya Pencegahan Gigitan Nyamuk Dengan Keberadaan Kasus Malaria. Media Kesehat Masy Indones. 2014;10(3):140–5.

Bidang P2PL. Pedoman Manajemen Malaria. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.