Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Penjamah Dalam Penanganan Makanan Pada Rumah Makan Di Kabupaten Banjar
Isi Artikel Utama
Abstrak
The Factors Associated With Handler’s Action In Handling Food On Restaurants In Banjar District. In 2015 there are poisoning cases because of contaminated food by chemical, physical, and biological factors. The case occurred in Gambut Subdistrict, Kertak Hanyar, Simpang Empat and Martapura, cause South Kalimantan in the sixth province with the highest poisoning case in Indonesia. The poisoning cases of 66.7% is caused by microbial contamination on fast food from the handlers. This is because their action who are less concerned on food safety, especially they work at house. This study aimed to determine the factors associated with the handler’s action in handling food on restaurants in Banjar District. The study type was Observational Research with Cross sectional design. The method used interview and observation. The sample was determined by purposive sampling technique, which is obtained by research opinion, with the result obtain a sample amounted to 78 food handlers that work for 24 restaurants in Martapura, Banjar District. The results showed that there was significant relationship between: 1) the education and handler’s action (p<α); 2) the training and handler’s action (p<α); 3) the knowledge and handler’s action (p<α); 4) the attitude and handler’s action (p<α) and there was no significant relationship between: 1) the duration of service and handler’s action (p>α); 2) the facility and handler’s action (p>α). The suggestions are given to: 1) handlers to raise awareness on food safety and accustom themselves to implement proper personal hygiene practices correctly and regularly; 2) health workers to conduct training and extension devoted to food handlers and motivate managers and handlers to raise awareness on maintaining food safety; 3) For consumers to carefully choose a restaurant that not only provides cheap and tasty food, but also pay attention to the clean liness of the restaurant.
Rincian Artikel
Bagian
policies
Penulis yang mempublikasikan artikel di Jurnal Kesehatan Lingkungan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan kepada jurnal hak untuk melakukan publikasi pertama.
- Karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan (menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengembangkan, dan membuat karya turunan) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial, dengan ketentuan bahwa atribusi yang tepat diberikan kepada penulis asli dan sumber, tautan ke lisensi disertakan, serta setiap perubahan yang dilakukan harus dinyatakan.
Setiap adaptasi, modifikasi, atau karya turunan wajib didistribusikan dengan lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0), dan tidak diperkenankan menambahkan pembatasan tambahan yang dapat mengurangi hak-hak yang diberikan oleh lisensi ini. - Penulis diperkenankan untuk membuat perjanjian tambahan secara terpisah terkait distribusi non-eksklusif atas versi karya yang telah dipublikasikan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau memasukkannya ke dalam buku), dengan tetap mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali dipublikasikan di jurnal ini.
Referensi
Kepmenkes RI, 2015. Lampriran 7.8 Pressentase Tempat Pengelolan Makanan Yang Memenuhi Syarat Higiene Sanitasi.
WHO, 2006.Penyakit Bawaan Makanan, Fokus Pendidikan Kesehatan. Jakarta: ECG.
Harisa.T, 2011.Tinjauan Pengetahuan dan Sikap Penjamah Makanan Tentang Keamanan Pangandan Sanitasi di Rumah Makan Sekitar Kampus IPB.
Ningtyas.A, 2016. Hubungan Penerapan Prinsip Hygine Sanitasi Makanan Dengan Cemaran Mikroba Pada Makanan Jadi Kantin Sekolah Wilayah Kerja Puskesmas Tabukan
Notoatmodjo.S, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.Jakarta : RinekaCipta.
Notoatmodjo.S, 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : RinekaCipta.