Implementasi Program Penarikan Alat Kesehatan Bermerkuri Di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan artikel di Jurnal Kesehatan Lingkungan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan kepada jurnal hak untuk melakukan publikasi pertama.
- Karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan (menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengembangkan, dan membuat karya turunan) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial, dengan ketentuan bahwa atribusi yang tepat diberikan kepada penulis asli dan sumber, tautan ke lisensi disertakan, serta setiap perubahan yang dilakukan harus dinyatakan.
Setiap adaptasi, modifikasi, atau karya turunan wajib didistribusikan dengan lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0), dan tidak diperkenankan menambahkan pembatasan tambahan yang dapat mengurangi hak-hak yang diberikan oleh lisensi ini. - Penulis diperkenankan untuk membuat perjanjian tambahan secara terpisah terkait distribusi non-eksklusif atas versi karya yang telah dipublikasikan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau memasukkannya ke dalam buku), dengan tetap mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali dipublikasikan di jurnal ini.
Referensi
Hadi MC, Pembahasan H. M. Choirul Hadi 1 JSH V10N2. :175–83.
Jiang L, Zhang R, Zhang L, Zheng R, Zhong M. Improving the regulatory health risk assessment of mercury-contaminated sites. J Hazard Mater. 2021 Jan 15;402:123493.
Soprima M, Kusnoputranto, Haryoto I. Merkuri pada Pertambangan Emas Rakyat di Kabupaten Lebak, Banten: Community Health Risk Assessment due to Disposed Mercury at Artisanal Gold Mining in Lebak District , Banten. J Ekol Kesehat. 2015;14(4):296–308.
Permenkes. Berita Negara. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2019.
Muslim A. Merkuri dan Keberadaannya. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press; 2020. 274 p.
Gavilán-García IC, Fernández-Villagomez G, Gavilán-García A, Alcántara-Concepcion V. Alternatives of management and disposal for mercury thermometers at the end of their life from Mexican health care institutions. J Clean Prod. 2015 Jan 1;86:118–24.
Li P, Yang Y, Xiong W. Impacts of Mercury Pollution Controls on Atmospheric Mercury Concentration and Occupational Mercury Exposure in a Hospital. Biol Trace Elem Res. 2015; 330–334.
Aaseth J, Hilt B, Bjørklund G. Mercury exposure and health impacts in dental personnel. Environ Res. 2018 Jul 1;164:65–9.
Harari R, Harari F, Gerhardsson L, Lundh T, Skerfving S, Strömberg U, et al. Exposure and toxic effects of elemental mercury in gold-mining activities in Ecuador. Toxicol Lett. 2012 Aug 13;213(1):75–82.
Hardani. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu; 2020.
Barlian E. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif [Internet]. Sukabina Press; 2016. 178 p. Available from: https://osf.io/preprints/inarxiv/aucjd/
Xuegang X. A model of Korotkoff sounds method electronic sphygmomanometer equivalent to the mercury one. J Med Coll PLA. 2010 Feb 1;25(1):19–23.
Kuepouo G. Estimating environmental release of mercury from medical-thermometers and potential “hot spot” development: Case study of need for improved waste management capacity in Cameroon. Resour Conserv Recycl. 2013 Feb 1;71:48–52.