Paparan Endotoksin Sebagai Faktor Risiko Penurunan Fungsi Paru Pada Pekerja Di Industri Tekstil Berbahan Baku Kapas (Literatur Review)

Isi Artikel Utama

Chamidatul Umaiyah
https://orcid.org/0000-0003-2455-8845
Retno Adriyani
Resawati Intan Savitri

Abstrak

Partikel debu yang masuk ke tubuh melalui inhalasi dan kedalam paru-paru dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan. Partikel debu yang dihasilkan dari serat kapas dapat mengandung agen biologi endotoksin, menghirup endotoksin juga dapat dapat menyebabkan penyakit lain yaitu flu, bronchitis,paru obstruktif kronik serta penurunan fungsi paru. Penelitian ini dilakukan untuk analisis paparan endotoksin dalam debu kapas sebagai faktor risiko penurunan fungsi paru pekerja di industri tekstil. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review menggunakan sepuluh artikel ilmiah untuk menganalisis kadar endotoksin dalam debu kapas, karakteristik pekerja dan penurunan fungsi paru pada pekerja. Studi ini menemukan bahwa kadar endotoksin yang paling tinggi ditemukan pada pabrik kapas di Shanghai dengan kadar endotoksin pertahun yaitu 1.730-65.204 EU/m3. Endotoksin dalam debu kapas ditemukan paling banyak pada unit spinning dan weaving. Faktor usia, masa kerja dan status merokok adalah faktor risiko pada pekerja mengalami penurunan fungsi paru, sedangkan pengaruh Alat Pelindung Diri (APD) masih perlu dikaji lebih lanjut.

Rincian Artikel

Bagian
policies
Biografi Penulis

Chamidatul Umaiyah, Universitas Airlangga

Peminatan Kesehatan Lingkungan, Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat

Retno Adriyani, Universitas Airlangga

Peminatan Kesehatan Lingkungan, Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat

Referensi

Fauzi IG, Sari IN, Ananda R, Gultom MDP. Industri Tekstil. 2019;

Kemenkes RI. Bahan Ajar Kesehatan Lingkungan: Penyehatan Udara. Bahan Ajar Kesehat Lingkung Penyehatan Udar. 2018;1:254.

Sholihah M, Tualeka AR. Studi Faal Paru Dan Kebiasaan Merokok Pada Pekerja Yang Terpapar Debu Pada Perusahaan Konstruksi Di Surabaya. Indones J Occup Saf Heal. 2015;4(1):1.

Dangi BM, Bhise AR. Cotton dust exposure: Analysis of pulmonary function and respiratory symptoms. Lung India. 2017;34(2):144–9.

Susanto AD, Sanie DK, Fitriani F. Dampak Bioaerosol terhadap Pernapasan. J Kedokt Univ Lampung. 2019;3(2):275–6.

Silpasuwan P, Prayomyong S, Sujitrat D, Suwan-Ampai P. Cotton dust exposure and resulting respiratory disorders among home-based garment workers. Work Heal Saf. 2016;64(3):95–102.

Noviarmi FSI, Indahwati L, Keman S. Correlation of Lipopolysaccharide Endotoxin Level in Cotton Dust with the Increase of TNFα Level and the Decline of Lung Function in Cotton Spinning Factory Workers. Makara J Heal Res. 2014;18(2):71–6.

Lai PS, Hang J-Q, Valeri L, Zhang F-Y, Zheng B-Y, Mehta AJ, et al. Endotoxin and gender modify lung function recovery after occupational organic dust exposure: a 30-year study. Occup Environ Med. 2015 Aug;72(8):546–52.

Decuyper I, Van Gasse A, Faber M, Mertens C, Elst J, Rihs H-P, et al. Occupational cannabis exposure and allergy risks. Occup Environ Med. 2019 Feb 1;76:78–82.

Tefera Y, Schlünssen V, Kumie A, Deressa W, Moen BE, Bråtveit M. Personal inhalable dust and endotoxin exposure among workers in an integrated textile factory. Arch Environ Occup Heal [Internet]. 2020;75(7):415–21. Available from: https://doi.org/10.1080/19338244.2020.1743958

Paudyal P, Semple S, Gairhe S, Steiner MFC, Niven R, Ayres JG. Respiratory symptoms and cross-shift lung function in relation to cotton dust and endotoxin exposure in textile workers in Nepal: a cross-sectional study. Occup Environ Med. 2015 Dec;72(12):870–6.

Ghani N, Khalid A, Tahir A. Cross-sectional study on the endotoxin exposure and lung function impairment in the workers of textile industry near Lahore, Pakistan. J Pak Med Assoc. 2016;66(7):803–7.

Tanto D, Dewi SM, Budio SP. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Pekerja pada Pengerjaan Atap Baja Ringan di Perumahan Green Hills Malang. In 2012.

Er M, Emri SA, Demir AU, Thorne PS, Karakoca Y, Bilir N, et al. Byssinosis and COPD rates among factory workers manufacturing hemp and jute. Int J Occup Med Environ Health. 2016;29(1):55–68.

Khan AW, Moshammer HM, Kundi M. Industrial hygiene, occupational safety and respiratory symptoms in the Pakistani cotton industry. BMJ Open. 2015;5(4):1–8.

Zele YT, Kumie A, Deressa W, Moen BE, Bråtveit M. Reduced cross-shift lung function and respiratory symptoms among integrated textile factory workers in Ethiopia. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(8):1–13.

Er M, Emri SA, Demir AU, Thorne PS, Karakoca Y, Bilir N, et al. Byssinosis and COPD rates among factory workers manufacturing hemp and jute. Int J Occup Med Environ Health. 2016;29(1):55–68.

Neghab M, Soleimani E, Nowroozi-Sarjoeye M. Pulmonary effects of intermittent, seasonal exposure to high concentrations of cotton dust. World J Respirol. 2016;6(1):24.

Putra et al. Hubungan Usia, Lama Kerja, dan Kebiasaan Merokok dengan Fungsi Paru pada Juru Parkir di Jalan Pandanaran Semarang. J Kedokt Muhammadiyah. 2012;1(3):8–9.

Malakouti J, Arsang S, Dehghan-nasiri M. Pulmonary effects of exposure to synthetic fibers : A case study in a textile industry in Iran. 2015;4(January):137–45.

Nisa K, Sidharti L, Adityo MF. Pengaruh Kebiasaan Merokok Terhadap Fungsi Paru pada Pegawai Pria Di Gedung Rektorat Universitas Lampung. J Kedokt UNILA [Internet]. 2015;5(9):38–42. Available from: https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/juke/article/view/632/636