Analisis Penerapan Laik Higiene Sanitasi Pada Depot Air Minum (DAM) (Studi pada DAM di Daerah Kerja Puskesmas Sugio Lamongan Tahun 2021)

Isi Artikel Utama

Ainul Fitroh
Ferry Kriswandana
Ernita Sari

Abstrak

Pengelola DAM harus memastikan keamanan air yang dikonsumsi masyarakat mencukupi standar mutu. Peraturan higiene sanitasi pada pengolahan air produksi DAM wajib mencakup tempat, peralatan, penjamah dan air baku. Penerapan pengawasan kualitas air produksi DAM berfungsi mencegah timbulnya risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan buat menganalisis Penerapan Laik Higiene Sanitasi di Depot Air Minum (DAM) di Daerah Kerja Puskesmas Sugio Lamongan Tahun 2021. Penelitian bersifat analitik melalui pendekatan cross sectional degan populasi yang diambil pada penelitian ini sebesar 30 DAM. Sampel dari penelitian ini sebesar 24 DAM Di Daerah Kerja Puskesmas Sugio Lamongan. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Teknik analisis data memakai software analisis statistik. Hasil perhitungan dalam penelitian didapatkan nilai p=0,013 (α<0,05) pada aspek tempat, peralatan (p=0,013), penjamah (p=0,031) dan air baku (p=0,013) sehingga dapat disimpulkan bahwa aspek tempat berpengaruh pada kandungan bakteri coliform air minum produksi DAM di Daerah Kerja Puskesmas Sugio Lamongan Tahun 2021. Dinas Kesehatan/Puskesmas setempat disarankan melakukan kegiatan penyuluhan, pelatihan mengenai higiene sanitasi DAM dan pemilik/penjamah DAM diharapkan menerapkan kegiatan higiene sanitasi DAM berlandaskan Permenkes RI Nomor 43 Tahun 2014.

Rincian Artikel

Bagian
policies

Referensi

Permenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. 2014.

Alfian AR, Firdani F, Sari PN, Dinata RT. Mengenal Air Minum Isi Ulang. Kota Padang Sumatera Barat: LPPM Universitas Andalas; 2021.

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2018. Vol. 40, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. 591–591 p.

Ummah M, Adriyani R. Hygiene and Sanitation of Drinking Water Depot and Microbiology Quality of Drinking Water in Ngasem Primary Healthcare Area, Kediri, East Java. J Kesehat Lingkung. 2019;11(4):286.

Iman I, Nuryastuti T, Herawati L. Analisis laik sehat dan kualitas mikrobiologi air minum isi ulang di Majalengka. Ber Kedokt Masy. 2018;32(5):179.

Dinkes Kabupaten Lamongan. Profil Kesehatan Kabupaten Lamongan Tahun 2016. Lamongan: Pemerintah Kabupaten Lamongan; 2016.

Masturoh I, T. Anggita N. Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK): Metodologi Penelitian Kesehatan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.

Pakpahan RS, Picauly I, Mahayasa INW. Cemaran Mikroba Escherichia coli dan Total Bakteri Koliform pada Air Minum Isi Ulang. Kesmas Natl Public Heal J. 2015;9(4):300.

Wahyudi D. Studi Sanitasi Berdasarkan Aspek Tempat Pada Depot Air Minum Isi Ulang. Pontianak: Universitas Muhammadiyah Pontianak; 2017. 1–112 p.

Meldawati A, Nofrizal, Amrifo V. Kajian Kelayakan Kualitas Air Minum Isi Ulang Berasal Dari Air Tanah di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. J Ilmu Lingkung Univ Riau. 2017;98–105.

Yuni K, Henni F, Muhammad A, Riska Y, Wulan A. Analisis Higiene Sanitasi Depot Air Minum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. J Kesehat Masy Khatulistiwa, Univ Muhammadiyah Bengkulu. 2021;8(1):19–32.

Putri EMD. Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Kontaminasi Bakteri Coliform Pada Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang Tahun 2015. Univ Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 2015;32.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.12.11.10569 Tahun 2011 Tentang Pedoman Cara Ritel Pangan Yang Baik. 2011.

Menteri Perindustrian dan Perindustrian RI. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 651 Tahun 2004 Tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya. 2004.

Andrizal NK, Regia RA, Silvia S. Analisis Kandungan Total Coliform pada Air Galon dan Higiene Sanitasi Perorangan Operator Depot Air Minum Isi Ulang (Studi Kasus: Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang). J Daur Lingkung. 2019;2(2):42.

Trisnaini I, Sunarsih E, Septiawati D. Analisis Faktor Risiko Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Di Kabupaten Ogan Ilir. J Ilmu Kesehat Masy. 2018;9(1):28–40.

Navratinova S, Nurjazuli, Joko T. Hubungan Desinfeksi Sinal Ultraviolet (UV) Dengan Kualiras Bakteriologis Air Minum Pada Depot Air Minum Air Isi Ulang (DAMIU) (Studi di Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak). J Kesehat Masy Univ Diponegoro. 2017;7:412–20.

Dewanti RA, Sulistyorini L. Analisis Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. Indones J Public Heal. 2017;12(1):39.

Sumiyati, Subagiyo A, Lusiana A. Sanitasi dan Kualitas Air Minum Pada Depot Air Minum (DAM). Jur Kesehat Lingkung Poltekkes Kemenekes Semarang. 2015;4:3.

Arumsari F, Joko T, Darundiati YH. Hubungan Higiene Sanitasi Depot Air Minum dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen. Media Kesehat Masy Indones. 2021;(492).

Vidyabsari, Hamdan YL. Hubungan Higiene Sanitasi Pengelolaan Air Minum Isi Ulang Dengan Penyakit Diare Pada Balita. J Ilm Permas J Ilm STIKES Kendal. 2018;8(1):29–36.

Wahyudi B, Winarko W, Sulistio I. Hubungan Kualitas Fisik Depot Air Minum Dengan Kualitas Mikrobiologi Air Minum Di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Gema Lingkung Kesehat. 2020;18(2):112–7.