Studi Komparasi Metode Pengomposan Secara Windrow, Bata Berongga Dan Vermikomposting

Isi Artikel Utama

Nailul Afifah
Shinfi Wazna Auvaria
Sulistiya Nengse
Teguh Taruna Utama
Yusrianti Yusrianti

Abstrak

Pengomposan merupakan metode pengolahan sampah organik dengan menggunakan bantuan mikroorganisme sehingga menghasilkan produk kompos. Kualitas kompos harus memenuhi persyaratan SNI 19-7030-2004 supaya aman digunakan untuk tanah. Proses pengomposan dapat terjadi secara aerob maupun anaerob. Pengomposan aerob merupakan pengomposan dengan menggunakan bantuan mikroorganisme aerobik pada kondisi oksigen yang cukup. Sedangkan pengomposan anaerob merupakan pengomposan dengan menggunakan bantuan mikroorganisme anaerob pada kondisi tanpa oksigen. Pengomposan windrow, pengomposan bata berongga, dan vermikomposting merupakan jenis pengomposan secara aerob yang cocok digunakan untuk skala Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Uji perbandingan dilakukan untuk mengetahui metode pengomposan paling baik untuk diterapkan di TPST Banjarbendo. Perbandingan yang dilakukan meliputi parameter pH, suhu, C-organik, N-total, rasio C/N, dan persentase reduksi sampah organik. Metode pengomposan dipilih berdasarkan hasil uji yang dilakukan terhadap produk kompos dari ketiga metode pengomposan. Pengomposan yang paling baik adalah pengomposan metode bata berongga yang memiliki suhu 27°C, C-organik 10,21, N-total 0,87, rasio C/N 11,74, dan persentase reduksi sebesar 65,2%.

Rincian Artikel

Bagian
policies

Referensi

Aziz, S. Q., Omar, I. A., & Mustafa, J. S. (2018). Design And Study For Composting Process Site. International Journal of Engineering Inventions, 7(9), 09–18.

Darmasetiawan, M. (2004). Daur Ulang Sampah dan Pembuatan Kompos. Ekamitra Engineering.

Dini, Y. M., Zumroturida, A. A., Nurhalisa, S. S., & Saputra, B. H. (2020). Pengelolaan Limbah Domestik Rumah Tangga Menjadi Biokomposter Mikroorganisme Dengan Metode Aerob-Anaerob. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL), 2(1), 1–7. https://doi.org/10.35970/jppl.v2i1.123

Kartini, N. L. (2018). Pengaruh Cacing Tanah dan Jenis Media Terhadap Kualitas Pupuk Organik. Pastura, 8(1), 49.

Marlina, E. T., Kurnani, Tb. B. A., Hidayati, Y. A., & Badruzzaman, D. Z. (2017). Penyusutan dan Penurunan Nisbah C/N pada Vermicomposting Campuran Feses Sapi Perah dan Jerami Padi menggunakan Eisenia fetida. Jurnal Ilmu Ternak, 17(2), 114–119. https://doi.org/10.24198/jit.v17i1.16841

Simanungkalit, R. D. M., Suriadikarta, D. A., Saraswati, R., Setyorini, D., Hartatik, W., & Anwar, E. K. (2006). Pupuk organik dan pupuk hayati Organic fertilizer and biofertilizer. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Syahid, A., Sudiarso, Prasetya, B., & Aini, L. Q. (2020). Physical and chemical characteristics during composting on different types of compost materials. EurAsian Journal of BioSciences, 14(2), 7921–7928.

Thakur, A., Kumar, A., Kumar, C. V., Kiran, B. S., Kumar, S., & Athokpan, V. (2021). A REVIEW ON VERMICOMPOSTING: BY-PRODUCTS AND ITS IMPORTANCE. Plant Cell Biotechnology And Molecular Biology, 22(11–12), 156–164.

Trivana, L., & Pradana, A. Y. (2017). Optimalisasi Waktu Pengomposan dan Kualitas Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing dan Debu Sabut Kelapa dengan Bioaktivator PROMI dan Orgadec. Jurnal Sain Veteriner (JSV), 35(1).

Wierzbowska, J., Sienkiewicz, S., & Załuski, D. (2021). Nitrogen Fractions in Soil Fertilized with Waste Organic Materials. Agronomy, 11(8), 1474. https://doi.org/10.3390/agronomy11081474

Wurff, A. W. G. van der, Fuchs, J., G., Raviv, M., & Termorshuizen, A. J. (2016). Handbook for composting and compost use in organic horticulture. https://doi.org/10.18174/375218

Zakarya, I. A., Khalib, S. N. B., & Mohd Ramzi, N. (2018). Effect of pH, temperature and moisture content during composting of rice straw burning at different temperature with food waste and effective microorganisms. E3S Web of Conferences, 34, 02019. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20183402019