Uji Beda Jenis Umpan Dalam Penggunaan Fly Trap Warna Kuning

Isi Artikel Utama

Dimas Hanif Abdi Rahman
Alby Fadlirahman
Chindy Sanjaya
Devi Meitha Sofiani
Emilda Silviana
Michelle Margareth
Nur Wahdini
Ramadhani Putri Nurislam
Syarif Bagus Santoso
Andi Daramusseng

Abstrak

Lalat merupakan serangga pengganggu utama serta vektor mekanis yang pada tubuhnya dapat membawa berbagai penyakit seperti diare, myiasis, kecacingan dan anthrax. Umumnya lalat memiliki ketertarikan terhadap warna yang lebih cerah dan pekat serta lalat menyukai sesuatu yang memiliki bau menyengat. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan fly trap berwarna kuning dan menggunakan berbagai umpan dengan bau menyengat. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas jenis umpan dalam  penggunaan fly trap warna kuning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan quasi eksperimen. Penelitian dilaksanakan di peternakan ayam yang berada di Jalan Penangkaran Buaya, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Penelitian di lapangan berlangsung selama 4 hari mulai pukul 08.00 – 12.00 WITA. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan efektivitas jenis umpan dalam penggunaan  fly trap warna kuning di kandang ayam yang berlokasi di Jalan Penangkaran Buaya, Kelurahan Makroman. Terdapat perbedaan bermakna antara umpan udang - kontrol (0,04 < 0,05), antara umpan cumi - jeroan sapi (0,016 < 0,05), antara umpan jeroan sapi - kontrol 0,001 dan antara insang ikan - kontrol 0,02 < 0,05. Yang paling efektif menarik lalat adalah umpan jeroan sapi dengan rata-rata 47 lalat per hari. Pengendalian lalat dengan menggunakan berbagai umpan pada fly trap cukup mudah, murah dan tentunya bisa diaplikasikan oleh masyarakat. Pengendalian harus dilakukan terutama untuk daerah permukiman yang letaknya tidak jauh dari lokasi tempat perkembangbiakan lalat.

Rincian Artikel

Bagian
policies
Biografi Penulis

Dimas Hanif Abdi Rahman, Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Andi Daramusseng, Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Referensi

Sarwar M. Insect borne diseases transmitted by some important vectors of class insecta hurtling public health. Int J Bioinforma Biomed Eng. 2015;1(3):311–7.

Wijayanti T. Vektor dan Reservoir. Balaba J Litbang Pengendali Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara [Internet]. 2018;(02):18–9. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id:81/index.php/blb/article/view/742

Andiarsa D. Lalat: Vektor yang Terabaikan Program? Balaba J Litbang Pengendali Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara. 2018;201–14.

Budiman S. Ilmu Kesehatan Masyarakat Dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. EGC. 2010.

Sucipto CD. Vektor Penyakit Tropis. Gosyen Publishing. 2011.

Masyhuda, Hestiningsih R, Rahadian R. Survei Kepadatan Lalat Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatibarang Tahun 2017. J Kesehat Masy. 2017;5(4):560–9.

Wendy McKelvey, J. Bryan Jacobson, Daniel Kass, Dana Boyd Barr, Mark Davis AMC and KMA. Population-Based Biomonitoring of Exposure to Organophosphate and Pyrethroid Pesticides in New York City. Environ Health Perspect. 2013;121.

Emerty VY, Mulasari SA. Pengaruh Variasi Warna Pada Fly Grill Terhadap Kepadatan Lalat (Studi di Rumah Pemotongan Ayam Pasar Terban Kota Yogyakarta). J Kesehat Lingkung Indones. 2020;19(1):21.

Wulandari, A, D., Saraswati, D, L. dan M. Pengaruh Variasi Warna Kuning Pada Fly Grill Terhadap Kepadatan Lalat (Studi Di Tempat Pelelangan Ikan Tambak Lorok Kota Semarang). J Kesehat Masy. 2015;3(3):130–41.

Fajriansyah F. Efektivitas Penggunaan Perekat Lalat Dan Umpan Lalat Dalam Pengendalian Lalat Rumah. AcTion Aceh Nutr J. 2016;1(1):59.

Saipin, Fadmi FR, Mauliyana A. Efektivitas Variasi Umpan terhadap Penggunaan Perangkap Lalat (Fly Trap) di Pasar Basah Anduonohu Kota Kendari. MIRACLE J Public Heal. 2019;2(1):112–20.

Iif Miftahul Ihsan1*, Rini Hidayati2 UKH, 1Pusat. Pengaruh Suhu Udara Terhadap Perkembangan Pradewasa Lalat Rumah (Musca Domestica). J Teknol Lingkung. 2016;17(2):100.

Schou TM, Faurby S, Kjærsgaard A, Pertoldi C, Loeschcke V, Hald B, et al. Temperature and population density effects on locomotor activity of musca domestica (Diptera: Muscidae). Environ Entomol. 2013;42(6):1322–8.

Muhammad Arief Munandar, Retno Hestiningsih NK. Perbedaan Warna Perangkap Pohon Lalat Terhadap Jumlah Lalat Yang Terperangkap Di Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Jatibarang Kota Semarang. J Kesehat Masy. 2018;6(4):157–67.

Diclaro JW, Cohnstaedt LW, Pereira RM, Allan SA, Koehler PG. Behavioral and physiological response of Musca domestica to colored visual targets. J Med Entomol. 2012;49(1):94–100.

Musa A. Attractants in Entomology (definition, types and uses. Agriculturist Musa. 2018.

Fitri A, Sukendra DM. Efektivitas Variasi Umpan Organik pada Eco Friendly Fly Trap sebagai Upaya Penurunan Populasi Lalat. HIGEIA (Journal Public Heal Res Dev. 2020;4(Special 2):448–59.

Al Awwaly K, Triatmojo S, Artama W, Erwanto Y. Chemical Composition and Some Functional Properties of Beef Lung Protein Concentrate Extracted by Alkaline Method. J Ilmu dan Teknol Has Ternak. 2015;10(2):54–62.

Krisdiyanta, Ariyani S. Kemampuan Jenis Umpan Lalat dengan Menggunakan Fly Trap di Tempat Pemrosesan Akhir ( TPA ) Sampah Talang Gulo Jambi. J Bahan Kesehat Masy. 2018;2(1):68–73.

Indriyanti DR, Martono E, Trisyono A. Ketertarikan Bactrocera Carambolae ( Diptera : Tephritidae ) Pada Berbagai Limbah Yang Mengandung Protein The Attractiveness Of Bactrocera Carambolae ( Diptera : Tephritidae ) on various ... 2008;14(december):86–91.

Nadeak ESM, Rwanda T, Iskandar I. Efektifitas Variasi Umpan Dalam Penggunaan Fly Trap Di Tempat Pembuangan Akhir Ganet Kota Tanjungpinang. J Kesehat Masy Andalas. 2017;10(1):82.