Penggunaan Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) Untuk Pengendalian Larva Aedes sp.
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rincian Artikel
(CC BY-SA): Lisensi ini mengizinkan untuk Berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun, Mengadaptasi — mencampur ulang, mengubah, dan membangun dari materi tersebut, untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Hak cipta atas artikel yang diterima akan dialihkan kepada jurnal sebagai penerbit jurnal tersebut. Hak cipta yang dimaksud mencakup hak untuk menerbitkan artikel dalam berbagai bentuk (termasuk cetak ulang). Jurnal mempertahankan hak penerbitan atas artikel-artikel yang telah diterbitkan.
Penulis diizinkan untuk menyebarluaskan artikel yang telah diterbitkan dengan membagikan tautan/DOI artikel di jurnal. Penulis diizinkan menggunakan artikel mereka untuk tujuan hukum apa pun yang dianggap perlu tanpa izin tertulis dari jurnal, dengan syarat mencantumkan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
Referensi
Meilson H. E. Sallata, Erniwati Ibrahim MS. Hubungan Karakteristik Lingkungan Fisik dan Kimia dengan Keberadaan Larva Aedes aegypti di Wilayah Endemis DBD Kota Makassar. 2014. 4 p.
Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia. 2016. 179-182 p.
Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia 2017. 2017. 154-155 p.
Nugroho AD. Kematian Larva Aedes aegypti Setelah Pemberian Abate Dibandingkan Dengan Pemberian Serbuk Serai. J Kesehat Masy. 2013;7(1):91–6.
Permadi IGWDS. Keanekaragaman Tanaman Obat sebagai Larvasida dalam Upaya Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue ( DBD ). sains dan Teknol Lingkung. 2013;Vol 5:12–6.
Sembiring WSR. Efektivitas minyak atsiri rimpang kunyit putih Curcuma zedoaria sebagai larvasida terhadap nyamuk Aedes aegypti. J Buski. 2012;Vol. 4(No. 2):pages 80-86.
Pratiwi AM. Daya Bunuh Air Perasan Rimpang Kunyit ( Curcuma domestica Val ) Terhadap Kematian Larva Aedes aegypti. 2016. 23 p.
Mukono HJ. Toksikologi Lingkungan. Surabaya: AirLangga University Press; 2010.