The Relationship of Physical Quality of The House with The Comfort Level of Occupants Of The House In Dense Area

Main Article Content

Jumiatul Khairiyah
Imam Santoso
Rahmawati Rahmawati
Erminawati Erminawati

Abstract

Socially, housing is a fundamental necessity for every individual. As the population in Keraton Subdistrict, Martapura District, continues to grow, the layout and environmental conditions of settlements, characterized by closely arranged buildings, impact the comfort of residents. Habitable living spaces must fulfill health and comfort criteria, influenced by lighting, temperature, and humidity. This research aims to explore the relationship between these factors and residents' comfort levels in densely populated areas. Conducted as an analytical cross-sectional study, the research involved 96 households selected through purposive sampling. Data collection relied on a questionnaire assessing residents' comfort levels, with statistical analysis employing the Sommers’s correlation test. Findings revealed an average lighting intensity of 58.38 Lux, an average temperature of 28.3 °C, and an average humidity of 72% among respondents. Approximately 48 individuals (50%) reported being comfortable living in dense residential areas. Statistical analysis indicated a significant relationship between lighting and residents' comfort levels, while no significant correlation was found between temperature and comfort. However, humidity showed a notable association with residents' comfort. Recommendations for the public include enhancing indoor lighting, regulating temperature, and optimizing humidity levels through daily ventilation through window openings. This approach facilitates better airflow, thereby improving the overall comfort of household occupants. Further research could delve into additional factors influencing residents' comfort and explore alternative strategies to enhance living conditions in densely populated areas. Ultimately, this study underscores the importance of considering environmental factors in urban planning to ensure residents' well-being and comfort.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Jumiatul Khairiyah, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan

Program studi sanitasi lingkungan program sarjana terapan

References

Suhaeni, Heni. (2011). Kepadatan Penduduk dan Hunian Berpengaruh Terhadap Kemampuan Adaptasi Penduduk di Lingkungan Perumahan Padat (Population Density Has Affected on the Inhabitants Adaption in the Densely Housing Environment). JURNAL PERMUKIMAN.

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 403/KPTS/M/2002Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (Rs SEHAT).

Kusumaningrum, A., & Martiningrum, I. 2017. Persepsi Pengunjung terhadap Tingkat Kenyamanan Bangunan Pelayanan Kesehatan. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur.

Lestari S., Naria E., Dharma S. 2012. Hubungan Karaktristik dan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Keluhan Kesehatan Mata Pengrajin Ulos di Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur Kotamadya Pematangsiantar. [Tesis Ilmiah]. Sumatra Utara: Universitas Sumatra Utara.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah.

Handayani, M. (2016). Persepsi Masyarakat Terkait Kenyamanan Termal Di Pemukiman Padat Kecamatan Dukuh Pakis Kota Surabaya. Swara Bhumi, IV, 1–7.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: AFABETA.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 1999. Kepmenkes RI No.829/Menkes/SK/VII/1999. Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Tarwaka, S., & Sudiajeng, L. (2004). Ergonomi untuk keselamatan, kesehatan kerja dan produktivitas. Uniba, Surakarta, 34-50.

Anasiru, M. Mardan, 2016. Pencahayaan Alami Pada Bangunan Berkoridor Tengah Dengan Menggunakan Sistem Pencahayaan Tabung Horizontal

Wulandari, I. I., Suhartono, S., & Dharminto, D. (2016). Hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dan keberadaan perokok dalam rumah dengan kejadian pneumonia pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Balapulang Kabupaten Tegal. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 4(4), 950-957

Purnomo, N. H., & Si, M. (2000). NGAGELREJO KECAMATAN WONOKROMO KOTA SURABAYA Ika Wahyuningtyas Abstrak. Swara Bhumi, 2(1), 1–8.

Rahayu, M. J., Werdiningtyas, R. R., & Musyawaroh, M. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Penataan PKL Sebagai Strategi Penataan Ruang Kota Surakarta. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 7(2), 109-122.

Sarinda, A., Sudarti, S., & Subiki, S. (2017). Analisis Perubahan Suhu Ruangan Terhadap Kenyamanan Termal di Gedung 3 Fkip Universitas Jember. Jurnal Pembelajaran Fisika, 6(3), 312-318.

Alviani, V, (2016). Persepsi Masyarakat Terkait Kenyamanan Tinggal di Permukiman Kumuh (Studi Kasus : Permukiman Kumuh Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya). Swara Bhumi, 4(02).

Darmiah, D., Sanotoso, I., & Maharso, M. (2015). Hubungan Kepadatan Hunian dan Kualitas Fisik Rumah Desa Penda Asam Barito Selatan. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal Dan Aplikasi Teknik Teknik Kesehatan Lingkungan, 12(1), 231.

Di, R. W., & Jogoyudan, K. Pengaruh Kepadatan Permukiman Kampung Terhadap Kualitas Pencahayaan Alami Dalam Rumah Tinggal.

Hasanah, N., Husein, A., & Sudaryanto, S. (2017). Analisis Kepadatan Penghuni, Luas Lantai dan Luas Ventilasi Terhadap Suhu dan Kelembaban Di Rumah Kos Putri Kajor, Nogotirto, Gamping, Sleman, Diy, Sanitasi: Jurnal

Shaleha, M. (2020). Hubungan Pencahayaan, Suhu, dan Kelembaban Dengan Kenyamanan Penghuni di Permukiman Lahan Basah Kabupaten Hulu Sungai Utara. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan.

Swasti, T. E. (2016). Pengaruh Kerapatan Bangunan Pada Karakteristik Termal Rumah Tinggal Kampung Naga Terhadap Kenyamanan Penghuni. Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan, 5(2).

Widiyantoro, H., Muladi, E., & Vidiyanti, C. (2017). Analisis Pencahayaan Terhadap Kenyamanan Visual Pada Pengguna Kantor (Studi Kasus: Kantor PT. Sandimas Intimitra Divisi Marketing di Bekasi). Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan, 6(2), 185905.

Santoso, E. I. (2012). Kenyamanan termal indoor pada bangunan di daerah beriklim tropis lembab, The Indonesian Green Technology Journal, I(1), 13-19.

Badan Standardisasi Nasional. 2004. SNI 03-1733-2004. Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan Frick, Heinz. 1984. Rumah Sederhana. Yogyakarta: Penerbit Kanisus

Ashadi, A., Nelfiyanti, N., & Anisa, A. (2016). Pencahayaan dan Ruang Gerak Efektif Sebagai Indikator Kenyamanan Pada Rumah Sederhana Sehat Yang Ergonomis (Studi Kasus Rumah Sederhana Sehat Di Bekasi). NALARs, 15(1). 35-44.