Characteristics of Kluwek (Pangium edule) Shell Charcoal Briquettes Activated with NaOH

Main Article Content

Putri Dwiyanti
Okik Hendriyanto Cahyonugroho

Abstract

Indonesia, as one of the countries with a high population, continues to face significant challenges in energy conservation. The development of alternative fuel sources is urgently required to address energy shortages, such as biocharcoal briquettes derived from biomass. Kluwek shells (Pangium edule) have potential as briquette material due to their high cellulose content, reaching 70.52%. This study aimed to evaluate the characteristics of briquettes, including moisture content, ash content, calorific value, combustion rate, and compressive strength, in accordance with the SNI 01-6235-2000 quality standards. The experimental variations included adhesive concentrations of 10%, 15%, and 20%, and mesh sizes of 30, 60, and 90. Overall, the results met the required standards. The optimal briquette characteristics were obtained from 10% NaOH-activated kluwek shell briquettes with 10% adhesive and a 30 mesh size, resulting in a moisture content of 1.65%, ash content of 3.30%, calorific value of 6191.17 Cal/g, and combustion rate of 1.13 g/min.

Article Details

Section
Articles

References

Direktorat Jenderal EBTKE - Kementerian ESDM [Internet]. 2020 [cited 2024 Sep 22].

Hondong H, Hernawati I. Karakteristik briket tongkol jagung dan briket tempurung kelapa berdasarkan variasi ukuran butiran arang dan konsentrasi perekat. JFT. 2017;4(1).

Rahardja IB, Hasibuan CE, Dermawan Y. Analisis briket fiber mesocarp kelapa sawit metode karbonisasi dengan perekat tepung tapioka. SINTEK Jurnal: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. 2022;16(2):82–90.

Rizki R, Oktaviandra R, Nurlaeli D. Pemanfaatan tempurung kluwek sebagai adsorben dalam menurunkan kadar logam berat tembaga [Internet]. ChemPro Journal. 2020;1.

Habibah MD, Rohmawati L, Setyarsih W. Variasi holding time suhu aktivasi karbon aktif dari tempurung kluwek (Pangium edule) sebagai elektroda pada superkapasitor. Jurnal Inovasi Fisika Indonesia (IFI). 2016;19–22.

M Rifqi Aziz ALSABRIBR. Pengaruh jenis perekat pada briket cangkang kelapa sawit terhadap waktu bakar. Seminar Nasional Sains dan Teknologi. 2019.

Suhartoyo S. Efektivitas briket biomassa. 2017.

Qistina I, Sukandar D, Trilaksono T. Kajian kualitas briket biomassa dari sekam padi dan tempurung kelapa. Jurnal Kimia VALENSI. 2016;0(0).

Yuningsih LM, Mulyadi D, Kurnia AJ. Pengaruh aktivasi arang aktif dari tongkol jagung dan tempurung kelapa terhadap luas permukaan dan daya jerap iodin. Jurnal Kimia VALENSI. 2016;2(1):30–4.

Rustam Rustandi. Pemanfaatan arang aktif dari cangkang kluwek (Pangium edule) dengan aktivasi terbaik serap krom dari NaOH dan HCl berdasarkan uji kadar air, kadar abu, dan kadar IOD. 2020.

Amalia N. Efektivitas karbon aktif dari tempurung kelapa (Cocos nucifera L.) dengan aktivator kalium hidroksida (KOH) sebagai adsorben yang diaplikasikan dalam pemurnian minyak atsiri (Pathcoli Oil). UIN Alauddin Makassar.

Rusla R. Pengaruh ukuran partikel terhadap karakteristik briket berbasis sekam padi dan tempurung kelapa. Jurnal Ilmu Fisika: Teori dan Aplikasinya. 2020;2.

Widya R, Jaswella A. Pengaruh ukuran partikel terhadap kualitas briket arang tempurung kelapa. Jurnal Chemical. 2022;7–19.

Maryono. Pembuatan dan analisis mutu briket arang tempurung kelapa ditinjau dari kadar kanji. Preparation and Quality Analysis of Coconut Shell Charcoal Briquette Observed by Starch Concentration. 2013.

Delviana Dwi Jaya. Pembuatan karbon aktif melalui karbonisasi batang kelapa sawit. Chemistry Journal of State University of Padang. 2020;9.

Alfajriandi. Perbedaan ukuran partikel terhadap kualitas briket arang daun pisang kering. JOM Faperta UR. 2017;4.

Huzaima. Karakteristik briket kombinasi arang cangkang kemiri dan tailing pertambangan emas rakyat sebagai bahan bakar alternatif dengan perekat styrofoam. 2024.

Thoyeb E, Hamzah FH, Zalfiatri Y, Jurusan M, Pertanian T, Pertanian F, et al. Perbedaan ukuran partikel terhadap kualitas briket arang batang pisang. JOM Faperta. 2021;8:4–8.

Jayana R, Evila Purwanti, Sri Rahayu T. Pengaruh variasi rasio perekat terhadap nilai kalor briket dari ranting kayu dan sekam padi. Seminar Nasional Inovasi dan Pengembangan Teknologi Terapan (SENOVTEK) Cilacap [Internet]. 2022.

Aziz MR, Siregar AL, Rantawi AB, Rahardja IB. Pengaruh jenis perekat pada briket cangkang kelapa sawit terhadap waktu bakar. 2019;1–10.

Ramdani LMA, Ahzan S, Prasetya DSB. The effect of the type and composition of the adhesive on the physical properties and the rate of combustion of hyacinth biobriquettes. Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika. 2020;8(2):85.

Natalia BH, Zaman B. Pembuatan briket dari bottom ash dan arang sekam padi sebagai sumber energi alternatif (Studi kasus: industri tekstil X, Ungaran-Semarang) [Internet].

Advancing green sustainability: A comprehensive review of biomass briquette integration for coal-based energy frameworks. Int J Coal Sci Technol. 2025;12:44.

Briquettes from Agricultural Residues: An Alternative Clean and Sustainable Fuel for Domestic Cooking. Energy Procedia Environ. 2020;10(2):03.

The Environmental Benefits of Using Biomass Pellets and Briquettes. GreenCoals.com. Published 2025.

A Review of Technical and Economic Aspects of Biomass Briquetting. Sustainability. 2020;12(11):4609.