Efektifitas Larvasida Nabati dalam Membunuh Larva Aedes Spp

Harun Alrasyid Adenan, Muhammad Irfa'i, Isnawati Isnawati

Abstract

Effectiveness of Vegetable Larvacide in Killing Aedes Spp. Larvae. DHF (Dengue Haemorrhagic Fever) is caused by Aedes spp. vector. Controlling of this disease has used chemist or insecticide. The insecticide for killed larva Aedes spp. is abate. Using insecticide for a while can make vector has resistance. Base on the fact, we need subtances alternative of controlling which can degredable it’s from naturall like garlic (Allium sativum), papaya (Carica papaya) core and piper betle. This research aimed for efectivities of larvacide garlic, papaya core and betel vine. This research is a true experimental, used toxicity experiment standart. Result both LC99 and Toxid Unit (TU) of larvacide garlic is 7,7 gr/L and 26,88. Larvacide papaya core is 10,22 gr/L and 16,33. Larvacide vine betel is 74,4 gr/L and 2,65. Decided of larvacides which efectivest are compared TU value that higher. Based on TU values, larvacide which efectivest and can aplicate for killing larva is garlic. Larvacide of garlic can use in places that contain water which difficult to drained or washed.

Keywords

DHF; Aedes spp. Larva; Natural Larvacide; Allium sativum; Carica papaya; piper betle.

Full Text:

PDF

References

Pinem, S. E. (2015). Efektiitas ekstrak daun jambu bii (Psidium guajava L.) sebagai larvasida nyamuk Aedes spp. pada ovitrap. Skripsi, Departemen Kesehatan Lingkungan FKM USU, http://download.portalgaruda.org. Diakses pada tanggal 29 Desember 2016.

Sallata, M. H. (2014). Hubungan karakteristik lngkungan fisik dan kimia dengan keberadaan larva Aedes aegepty di wilayah endemis DBD. Skripsi, Universitas Hasanudin http://repository.unhas.ac.id. Diakses pada tanggal 7 Desember 2016.

Nugroho, A. D. (2011). Kematian Larva Aedes aegepty setelah pemberian abate dibandingkan dengan pemberian serbuk serai. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 91-96. http://journal.unnes.ac.id/index.php/kemas. Diakses pada tanggal 11 Januari 2017.

Sulistyoningsih, Dwi dkk. (2009). Efektivitas larutan bawan putih dalam membunuh larva Aedes aegepty. Jurnal Kesehatan Volume 2 No 2 Desember 2009, Universitas Muhammadiyah Semarang. http://Jurnal.unimus. Diakses pada tanggal 6 Januari 2017.

Utomo, M. (2010). Daya bunuh bahan nabati serbuk biji pepaya terhadap kematian larva Aedes aegypti. Laboratorium B2P2VRP Salatiga. Prosiding seminar nasional: Universitas Muhammadiyah Semarang. http://jurnal.unimis.ac.id. Diakses pada tanggal 29 Januari 2016.

Fahmi, M. (2006). Perbandingan efektivitas abate dengan ekstrak daun sirih. Artikel Ilmiah: Universitas Diponegoro Semarang. http://eprints.undip.ac.id. Diakses pada tanggal 26 Desember 2016.

Sucipto, M. P. (2015). Influence of garlic (Allium sativum L.) extract as the larvacide of larva Aedes aegepty. J Majority Volume 4 No. 2: Universitas Lampung. http://juke.kedokteran.unila.ac.id. Diakses pada tanggal 1 Januari 2017.

Hanani, S. J. (2014). Uji efektifitas larutan bawang putih sebagai insektisida nabati untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegepty. Skripsi: Universitas Negeri Gorontalo. http://kim.ung.ac.id. Diakses pada tanggal 1 Januari 2017

Wahyuni, D. (2016). Toksisitas ekstrak tanaman sebagai bahan dasar biopeptisida baru pembasmi larva nyamuk Aedes aegypti (Ekstrak daun sirih, ekstrak biji pepaya dan ekstak biji srikaya) berdasarkan hasil penelitian. Malang: Media Nusantara Creative.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.